Verifikasi dan Tata Cara Penggunaan Aplikasi Sikap LPSE

Aplikasi SIKaP LPSE memberikan kemudahan bagi penyedia barang atau jasa untuk ikut tender, berikut ini cara verifikasi dan tata penggunaan aplikasinya.
Sikap LPSE
Sikap LPSE

Sistem Informasi Kinerja Penyedia atau lebih dikenal dengan SIKap LPSE merupakan aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi berupa data, kinerja dan penyedia barang dan jasa. Penyedia jasa atau barang tinggal memberikan informasi dan bisa mendapatkan tender.

Bahkan, dengan adanya Vendor Management System atau VMS, semua penyedia jasa bisa melakukan e-tendering. Syaratnya penyedia jasa harus memberikan informasi secara menyeluruh, mulai dari identitas pokok, kepemilikan, akta pendirian, surat izin usaha hingga pajak.

Fungsi Aplikasi SIKap LPSE

Aplikasi ini memang kurang familier untuk orang awam, tapi pelaku bisnis apalagi jika sering ikut tender pasti tahu. Anda yang baru masuk ke dunia ini, sebaiknya ketahui apa fungsi Aplikasi SIKap LPSE untuk mengetahui perbedaan dari aplikasi lainnya.

  1. Pusat data terbaru dari seluruh penyedia di Indonesia sehingga bisa memberikan tender pada kompeten di bidangnya.
  2. Mempercepat perhitungan jumlah penyedia barang atau jasa. Perhitungan ini sudah ada di awal sebelum tender dimulai.
  3. Memudahkan dan mempercepat sistem pengolahan serta pelaporan data dari penyedia barang atau jasa.

Syarat Verifikasi (Registrasi) LPSE

Sebelum Anda mendaftarkan diri di aplikasi SIKap, maka harus lolos dari verifikasi LPSE terlebih dahulu. Syarat ini berlaku untuk penyedia barang atau jasa yang akan mengikuti tender, baik sudah memiliki badan hukum atau non badan hukum.

Persyaratan verifikasi LPSE untuk penyedia yang sudah memiliki badan usaha atau badan hukum :

  1. Akta pendirian perusahaan serta akta perubah terbaru (terakhir yang diterbitkan), melampirkan akta asli dan fotokopi.
  2. Surat kuasa langsung dari direksi atau direktur. Harus ada kop surat perusahaan dan tangan tangan bermaterai 6000, jika pengajuan diwakilkan maka harus menggunakan pengajuan dokumen dikuasakan, lampirkan asli.
  3. Kartu identitas yang masih berlaku untuk pemilik/ pejabat terkait / direktur yang berwenang, lampirkan asli dan fotokopi.
  4. NPWP yang masih berlaku (aktif), lampirkan asli dan fotokopi.
  5. Surat izin usaha sesuai bidangnya, bisa SIUP / NIB / SIUJK, lampirkan asli dan fotokopi.
  6. Surat domisili tempat usaha dari keluarga atau warga sekitar, lampirkan asli dan fotokopi.
  7. Mengisi Form Keikutsertaan dan Pendaftaran, download di website resmi.

Syarat pengajuan verifikasi LPSE bagi penyedia barang atau jasa non badan hukum / badan usaha :

  1. Surat kuasa langsung atas nama penyedia dengan bermaterai 6000, jika pengajuan LPSE dikuasakan, lampirkan asli.
  2. Kartu identitas yang masih berlaku milik penyedia (KTP atau paspor), lampirkan asli dan fotokopi.
  3. NPWP yang masih aktif milik penyedia, lampirkan asli dan fotokopi.
  4. Mengisi form keikutsertaan dan pendaftaran, download di website resmi.

Tata Cara Penggunaan Aplikasi Sikap

Setelah melalui tahapan verifikasi, selanjutnya mengisi aplikasi SIKaP dan segera melengkapi semua informasi yang dibutuhkan. Pasalnya penyedia jasa atau barang tidak bisa mengikuti tender jika belum memiliki akun dalam aplikasi tersebut.

Berikut ini beberapa tahapan dan tata cara penggunaan aplikasi SIKaP secara runut:

  1. Masuk ke aplikasi SIKap dari desktop. Ini akan memudahkan dalam pengisian.
  2. Download pdf untuk form SBU (ijin badan usaha) dan KBLI (pengalaman penyedia)
  3. Klik ‘masuk’ pada pojok kanan atas. Setelah itu input ‘user’ dan ‘password, klik ‘sign in’.
  4. Klik ‘identitas penyedia’, isikan semua yang ada pada form, jika terjadi perubahan maka segera lakukan update di form ‘ubah informasi identitas penyedia’.
  5. Klik ‘ijin usaha’ untuk menambahkan informasi izin usaha, isikan form secara teliti, apalagi di bagian ‘masa berlaku izin usaha’. Jika dirasa jenis usaha tidak spesifik, maka bisa klik ‘tambah’ untuk menambahkan klasifikasi usaha, tentukan jenis dan deskripsi yang tersedia.

BACA JUGA : Mengenal Fungsi dan Manfaat SiRUP LKPP

Jika tidak ada, maka Anda belum dibutuhkan untuk tender yang sedang dan akan berlangsung. Klik ‘simpan’ setelah semua informasi di isikan.

  1. Klik ‘akta’, ini untuk menginput surat izin usaha. Isikan nomor, tanggal surat dan pihak notaris yang mengurus perizinan. Isikan pada akta pendirian dan akta perubahan terakhir, biasanya akan berbeda. Lain lagi jika terjadi perubahan akta, maka klik ‘ubah’ dan lakukan perubahan yang terbaru.
  2. Klik ‘ pemilik’, ini untuk menginput kepemilikan penyedia jasa atau barang, jika perusahaan maka lebih dari satu pemilik, klik ‘tambah’ pada bagian bawah untuk menambahkan pemilik perusahaan lainnya. Untuk penyedia jasa atau barang tunggal, hanya perlu input pemilik utama saja.
  3. Klik ‘pengurus’, ini untuk menginput kepengurusan perusahaan. Biasanya untuk penyedia jasa atau barang perseorangan atau bukan badan, cukup pemilik dan pelaksana saja.
  4. Klik ‘tenaga ahli’, input tenaga ahli yang dipekerjakan, bisa pegawai tetap atau tenaga ahli yang didatangkan saja saat proyek berlangsung. Jika ada tenaga ahli, maka isian detail biodata, keahlian dan pengalaman.
  5. Klik ‘peralatan’, ini untuk input semua peralatan yang dimiliki penyedia, isikan setiap detailnya di form peralatan.
  6. Klik ‘pengalaman’, ini untuk input pengalaman penyedia barang atau jasa. Isikan secara lengkap, agar menjadi bahan pertimbangan pemenangan tender.
  7. Klik ‘pajak’ untuk input pajak seperti pajak perseorangan NPWP hingga pajak perusahaan atau usaha penyedia barang atau jasa

Bahkan bisa melihat keseluruhan isian sebelum keluar nantinya, untuk memastikan seluruh isian sudah benar. Jika sudah maka klik ‘keluar’ secara benar dan sempurna, agar tidak terjadi perubahan data yang tidak diinginkan.

Penggunaan aplikasi SIKaP LPSE ini sangat dibutuhkan penyedia barang atau jasa yang ingin mendapatkan proyek. Sekalipun hanya perseorangan, sebaiknya memiliki dokumen resmi dan terstruktur sehingga terkesan lebih profesional.