Cara Registrasi, Pengisian dan Cetak surat setoran elektronik

Kini lebih mudah menerbitkan surat setoran elektronik, Dirjen Pajak menggunakan aplikasi SSE3 untuk mempermudah registrasi, pengisian hingga cetak SSE mandiri.
surat setoran elektronik
surat setoran elektronik

Pembayaran pajak semakin mudah dengan adanya surat setoran elektronik atau dikenal dengan SSE. Wajib pajak hanya perlu membuka aplikasi SSE3 atau SSE versi 3 dan membayarkan pajaknya tanpa harus ke kantor pajak.

Cara baru membayar pajak dengan e-billing system, dimana nantinya wajib pajak akan mendapatkan kode billing pajak. Hal ini terbukti efektif membantu pembayaran pajak yang lebih cepat, mudah dan akurat. Namun kebanyakan masyarakat belum tahu bagaimana cara mendapatkan kode e-billing pajak.

Cara Registrasi Surat Setoran Elektronik Pajak via SSE3

Mulai Januari 2020, pembayaran pajak elektrik resmi menggunakan SSE3. Dengan keunggulan, seperti adanya fitur pembuatan kode billing menggunakan NPWP, bahkan akses dipermudahkan dengan menggunakan Electronic Filing Identification Number atau e-fin.

Langkah pertama, Anda harus melakukan registrasi akun SSE3 untuk bisa memulai pengisian formulir SSE, caranya sebagai berikut :

  • Masuk ke website resmi pajak
  • Pilih ‘belum punya akun’
  • Isikan form data untuk registrasi akun, seperti NPWP (15 digit), nama lengkap, email aktif, PIN dan ulang PIN.
  • Masukkan kode keamanan yang tertera di layar dan klik ‘daftar’.
  • Buka email, nantinya akan ada link untuk aktivasi akun. Pastikan link tersebut resmi dan hanya dikirim dari e billing pajak.
  • Aktivitas dengan link tersebut dan dapatkan kode id billing pajak.

Cara Pengisian Formulir Surat Setoran Elektronik Pajak  via SSE3

Setelah mendapatkan kode tersebut, maka bisa melakukan pengisian formulir SSE3. Pengisian formulir saiknya dilakukan sendiri untuk mengurangi kesalahan atau failed input. Pasalnya setelah kode billing keluar, maka pajak tidak akan bisa dirubah kembali.

Berikut ini panduan cara pengisian formulir surat setoran elektronik versi 3 yang kini digunakan dirjen pajak :

  • Masuk ke website resmi SSE3 pajak
  • Masukkan NPWP dan PIN (sama seperti waktu mendaftar) dan klik kode keamanan.
  • Terbuka laman beranda, pilih ‘isi SSE’
  • Masuk ke form surat setoran elektronik, nantinya data pribadi pengguna akan keluar secara otomatis, seperti NPWP, nama, alamat lengkap dan kota. Jika terjadi kesalahan, konfirmasi terlebih dahulu, agar tidak terjadi kesalahan bayar pajak.
  • Pilih ‘jenis pajak’ yang akan dibayarkan. Dalam aplikasi SSE3, ada beberapa jenis pajak yang bisa dibayarkan, mulai dari PBB, PPN, PPh dan PPnBM.
  • Pilih ‘jenis setoran’ , ini merupakan cara pembayaran yang ditawarkan. Bisa melakukan pembayaran secara bulanan, tahunan atau ada kebijakan lainnya.
  • Pilih ‘masa pajak’, ini merupakan berapa bulan pajak yang akan dibayarkan, pembayaran tidak perlu dilakukan penuh, jika cara pembayaran bisa dalam bulanan.
  • Pilih ‘jumlah setor’, ini merupakan jumlah pajak yang akan dibayarkan. Diharapkan wajib pajak menghitung secara detail pajak yang harus dibayarkan, jika kurang jelas bisa ditanyakan lewat website resmi pajak, karena setelah dicetak, tidak bisa dibatalkan kembali.
  • Pilih ‘terbilang’, tuliskan secara dengan kata-kata, berapa jumlah pajak yang akan disetorkan.
  • Pastikan di bagian yang terdapat bintang merah, harus diisi semua. Jika belum, sekalipun nanti disimpan maka tidak akan pindah ke halaman selanjutnya.

BACA JUGA : Sangat Efisien! Layanan Pajak Online Oleh DJP Online

Selain itu, pastikan isian tepat, sesuai permintaan. Apabila pilihan yang tersedia tidak sesuai, bisa segera bertanya pada layanan customer service yang tersedia.

  • Sebelum klik ‘simpan’ di bagian bawah, lihat kembali isian dalam form SSE3 terlebih dahulu. Pastikan sudah benar dari identitas, jenis pajak yang dibayarkan, jangka waktu pajak yang akan dibayarkan. Selain itu, pastikan jumlah pajak sesuai dengan jenis dan jangka waktu pajak yang sudah dipilih sebelumnya.
  • Kebanyakan kasus pembayaran pajak SSE3, tidak memperhatikan jenis dan jangka waktu pajak yang dibayarkan. Terkadang bahkan wajib pajak salah dalam perhitungan pajak yang harus dibayarkan, sehingga harus mengulang kembali.
  • Setelah yakin semuanya terisi dengan tepat, maka klik ‘simpan’. Semua data yang masuk tidak akan bisa dirubah kembali, hanya bisa dicetak dan dibayarkan.

Menerbitkan dan Cetak Kode ID Billing Pajak versi SSE3

Sudah selesai mengisi form SSE, maka langkah selanjutnya mencetak kode id billing SSE3. Caranya masih sama dan tidak perlu keluar dari laman, tahapannya sebagai berikut :

  • Buka halaman utama, pilih ‘kode billing’
  • Maka akan muncul kode billing yang sudah dibuat sebelumnya, wajib pajak bisa membuat beberapa kode sekaligus, jika pembayaran pajak lebih dari satu. Namun untuk pembayaran, bisa satu per satu atau langsung dibayarkan sekaligus.
  • Muncul pop up konfirmasi ‘sukses’ dengan deskripsi ‘pembuatan ID billing Sukses’, pilih ‘ok’.
  • Maka akan tampil kode 15 digit (berupa angka), ini merupakan ID Billing. Masa berlaku (masa aktif) dari kode billing sendiri hanya 30 hari efektif (hari kerja).
  • Setelah muncul kode tersebut, pilih ‘cetak kode billing’.
  • Sebelum dicetak, nantinya akan muncul pop up yang berisi ‘kode billing’ dan ‘masa aktif kode billing’, ini hanya informasi, apakah sudah betul dan sesuai dengan sebelumnya.
  • Setelah itu akan keluar cetakan berupa lembaran ‘kode billing’ lengkap dengan identitas wajib pajak dengan kop surat ‘kementerian keuangan R.I Direktorat Jenderal Pajak’, ini menandakan keaslian.
  • Klik ‘ikon download’ yang ada pada pojok kanan atas, bisa simpan atau langsung cetak ‘lembar kode billing’.

Dirjen Pajak berharap semua wajib pajak tidak mengalami kesulitan saat membayar pajak. Apalagi sudah ada aplikasi surat setoran elektronik, pastikan menggunakan SSE3 yang terbaru karena lebih mudah, cepat dan akurat.