Pengertian Akreditasi Sekolah, Sejarah dan Jenis-jenisnya

Akreditasi Sekolah
Akreditasi Sekolah

Tidak sedikit yang masih salah dalam mengartikan makna akreditasi sekolah? Penting bagi Anda untuk mengetahui pengertian, sejarah dan jenisnya pada ulasan berikut ini.

Saat ini sebuah akreditasi menjadi senjata utama bagi sekolah baik negeri maupun swasta dalam menjaring siswa baru.

Namun, makna dari akreditasi sendiri seringkali disalah artikan bagi sebagian masyarakat awam pada umumnya.

Lebih parahnya lagi ada juga dari tenaga pendidik yang kurang memahami tentang hal ini. Akibatnya masyarakat yang mendengar tafsiran dari tenaga pendidikan yang tidak memahami secara benar akan menyesatkan masyarakat.

Lantas sebenarnya apa sih definisi akreditasi itu sendiri?

Pengertian Akreditasi Sekolah

Pengertian Akreditasi Sekolah
Pengertian Akreditasi Sekolah

Akreditasi sekolah adalah proses pembenahan atau evaluasi dari suatu sekolah berkaitan dengan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran yang dinilai oleh tim asesor atau pakar sejawat.

Jadi, secara singkat artinya adalah proses berkesinambungan tentang perbaikan, refleksi dan evaluasi diri suatu sekolah.

Kenapa dikatakan berkesinambungan?

Penilaian ini tidak hanya dilakukan sekali saja dan lembaga atau sekolah tersebut langsung mendapatkan nilai dari tim asesor. Namun, program ini dilakukan selama 5 tahun sekali. Jika pada penilaian berikutnya tidak memenuhi standar yang berlaku maka nilainya bisa berkurang atau turun.

Nilai standar yang digunakan adalah predikat A, B, C dan seterusnya. Jika saat dilakukan penilaian pada tahun pertama mendapatkan nilai A, belum tentu untuk tahun berikutnya mendapatkan nilai yang sama.

Maka dari itu, untuk mempertahankan nilai yang sudah diraih harus mempertahankan mutu program pendidikan yang diterapkan.

Sejarah Singkat Akreditasi Sekolah

Sejarah Singkat Akreditasi Sekolah
Sejarah Singkat Akreditasi Sekolah

Adanya akreditasi sekolah yang sekarang ini ada di Indonesia setidaknya ada 3 fase sejarah yang dilaluinya.

Perbedaan pendapat dari berbagai kalangan membuat penilaian ini terus dikembangkan agar terus menjadi lebih baik. 3 fase sejarah akreditasi tersebut yaitu:

1. Fase Sejarah Pertama Oleh Direktorat Sekolah Swasta Depdikbud

Awalnya untuk penilaian sekolah ini dilakukan oleh Direktorat Sekolah Swasta Depdikbud yang melakukan penilaian hanya untuk sekolah swasta.

Hal ini dirasa tidak adil dan adanya diskriminatif karena dibanding dengan negeri seolah-olah sekolah swasta selalu diposisikan dibawah.

Padahal belum tentu dari segi pembelajaran, kualitas program sekolah lebih buruk. Apalagi pemeringkatan yang terjadi pada fase ini dulu hanya sebatas Terdaftar, Diakui dan Disamakan.

Maka dari itu dari sekolah swasta mengajukan keberatan untuk memperoleh penilaian yang sama dengan sekolah negeri.

2. Fase kedua Oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS)

Setelah melakukan pertimbangan akhirnya penilaian sekolah tidak hanya diberlakukan bagi sekolah swasta saja, berlaku juga untuk sekolah negeri.

Namun, pada fase kedua ini belum membuahkan hasil yang baik untuk kedua belah pihak.

Hal ini dikarenakan sifat instrumennya yang diskrit dan kategorik. Respon instrumen yang diberikan dalam penilaian tersebut hanya ada dua jawaban yaitu “ya” dengan skor nilai 1 dan jawaban “tidak” dengan skor nilai 0.

Sifatnya yang diskrit ini dirasa tidak adil dan juga lebih dominan mengabaikan sisi rentang kefungsian, kuantitatif dan kualitatifnya.

Pada akhirnya untuk penilaiannya pada tahun berikutnya juga akan mengalami perubahan seperti yang terjadi pada fase satu ke fase dua.

3. Fase Ketiga Oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah

Pada fase ini merupakan fase final yang sampai sekarang masih diberlakukan. Pelaksanaannya adalah Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM). Dalam instrumennya ada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diberlakukan.

Fase tiga menjadi jawaban sekaligus penyempurnaan terhadap kritik atas kelemahan sistem akreditasi dari berbagai pihak.

Pada fase ini bukan hanya sekadar melakukan evaluasi dan monitoring saja tapi benar-benar menguji kelayakan dari program satuan pendidikan di suatu sekolah.

Jenis Akreditasi Sekolah

Jenis Akreditasi Sekolah
Jenis Akreditasi Sekolah

Jenis ada dua yaitu pada sekolah itu sendiri dan pada program studi yang diajarkan. Sekolah yang mendapatkan penilaian terbaik akan lebih mudah dalam menjaring siswa baru.

Selengkapnya tentang jenis akreditasi bisa Anda simak dibawah ini.

1. Akreditasi Lembaga/Sekolah

Pada penilaian lembaga atau sekolah bisa dilihat tentang sarana prasarananya, kualitas dari tenaga pendidik, jumlah tenaga pendidik, kelayakan gedung dan sebagainya. Untuk tenaga pendidik sekarang ini minimal adalah sarjana.

Jadi jika ada yang lulusan SMA akan mengurangi penilaian. Dari segi program pembelajaran, rencana pembelajaran, metode pembelajaran, dokumen-dokumen siswa dan tenaga pendidik dan semuanya masuk dalam penilaian.

BACA JUGA : Mengenal Data yang Wajib Tersimpan dalam Dapodikdasmen

2. Akreditasi Program Studi.

Untuk penilaian program studi ini merupakan penilaian pada bagian yang ada di sekolah. Misalnya saja penilaian pada SMK yang selalu memiliki beberapa jurusan atau program studi.

Nah, masing-masing jurusan belum tentu mendapatkan nilai yang sama meskipun akreditasi sekolah sudah mendapatkan nilai baik.

Jadi agar bisa mendapatkan nilai sempurna pada setiap jurusan atau program studi harus memiliki mutu yang sama.

Biasanya untuk masing-masing jurusan sudah ada kepala jurusan beserta stafnya yang mengatur dan menjalankan program pembelajaran sekolah supaya bisa mudah dalam mengukur pencapaian mutu program pendidikan.

Dengan Anda mengetahui pengertian Akreditasi Sekolah, sejarah dan jenis-jenisnya sekarang sudah mulai paham kan maknanya.

Untuk mendapatkan nilai terbaik tidak mudah karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Namun, ada kelebihannya karena bisa menarik siswa baru untuk daftar.