Mudah! Inilah Cara Membuat NPWP Online Hanya Dalam 5 Menit!

Membuat NPWP Online
Membuat NPWP Online

Berbekal berkas dan sambungan internet yang baik, Anda bisa menjadi warga negara yang baik. Inilah cara membuat NPWP Online hanya dalam hitungan menit!

Cara membuat NPWP Online sebenarnya sangat mudah. Hanya memerlukan beberapa berkas asli, unggah dan selesai. Di dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan langkah demi langkah bagaimana cara membuat NPWP secara online dengan baik dan benar.

Kebanyakan orang gagal membuat NPWP online, karena melakukan beberapa kesalahan. Bisa itu berupa kesalahan entri ataupun kesalahan teknis seperti file unggahan yang terlalu besar ukurannya. Oleh karena itu, luangkan waktu sejenak untuk membaca dan mempelajari tulisan ini. Kalau sudah siap, mari kita mulai.

Berkas yang Diperlukan untuk membuat NPWP Online

Membuat NPWP Online
NPWP Online

Sebelum memulai membuat NPWP Online, sebaiknya siapkan dulu berkas-berkasnya. Tentunya berbeda jenis NPWP, berbeda pula jenis berkas yang perlu Anda siapkan.

1. Wajib Pajak Orang Pribadi

a. Warga Negara Indonesia: Fotokopi KTP (Bisa KTP biasa atau e KTP). Bila ada kendala dengan KTP, bisa juga menggunakan SIM yang masih berlaku.

b. Warga Negara Asing: Fotokopi paspor dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas). Bisa juga dengan menggunakan KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) yang tentunya belum kadaluarsa.

Kedua berkas tersebut adalah syarat membuat NPWP karyawan. Sehingga, pastikan KTP dan SIM Anda dalam keadaan yang baik dan masih berlaku untuk daftar NPWP pribadi.

2. Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha.

maksudnya adalah dia yang menjalankan usaha untuk mencukupi kehidupan. Bisa dia bekerja dengan berbisnis, freelancer atau yang lain. Bila Anda berada di sektor ini, maka berkas yang perlu Anda siapkan adalah sama seperti persyaratan Wajib pajak Orang Pribadi, namun ditambah dua berkas ini.

A. Fotokopi surat izin kegiatan usaha. surat izin ini harus diterbitkan oleh pihak yang berwenang. Bisa juga menggunakan Surat keterangan tempat Kegiatan Usaha yang diketahui oleh Lurah atau Kepala desa atau Pemerintah Daerah yang sederajat. Bila kesulitan menyiapkan lebaran berkas ini, berkas tagihan listrik dari PLN juga bisa Anda gunakan untuk melengkapi persyaratan.

B. Fotokopi surat pernyataan kegiatan usaha dengan dibubuhi materai. Surat pernyataan ini memuat pernyataan bahwa Anda benar-benar yang menjalankan usaha. Di sini Anda menyebutkan jenis usaha Anda.

BACA JUGA : Hal Penting tentang SSP Pajak dan Cara Pengisiannya

3. Wajib Pajak Badan

Wajib pajak ini adalah diperuntukkan badan usaha, atau perusahaan. Berkas yang dibutuhkan adalah….

a. Salinan berkas kerjasama. Anda juga bisa mengunggah akta pendirian atau surat resmi penunjukan yang berasal dari kantor atau perusahaan pusat.

b. Salinan NPWP para leader atau yang bertanggungjawab perusahaan yang dimaksud. Bila usaha ini melibatkan WNA, maka wajib disertai dengan salinan paspornya.

c. Fotokopi surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang atau dari pejabat pemerintah daerah (Lurah/Kepala Desa)

4. Bila usaha berbentuk Joint Operation (JO)

a. Fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian sebagai Joint Operation

B. Fotokopi KTP bagi WNI  dan fotokopi paspor bagi WNA  sebagai penanggung jawab

C. Fotokopi NPWP salah satu perusahaan/pimpinan/penanggung jawab Joint Operation (JO)

D. Bagi WNA menyertakan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa

E. Fotokopi surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang atau dari pejabat pemerintah daerah (Lurah/Kepala Desa)

5. Wajib Pajak Pribadi (Pisah Harta) 

Ini maksudnya, wanita yang sudah menikah tapi menghendaki laporan pajaknya terpisah dengan suami. Atau dengan kata lain, pemisahan NPWP antara suami dengan istri.

a. Salinan KTP, NPWP suami, Kartu Keluarga

b. salinan surat yang menyatakan bahwa pihak istri menginginkan pemisahan pencatatan hak dan kewajiban dalam ranah pelaporan pajak.

Cara Membuat NPWP Online

Membuat NPWP Online

1. Kunjungi www.ereg.pajak.go.id. di situs ini, Anda bisa langsung mendaftar. Mulai dari menuliskan email (tentunya di kolom yang telah disediakan). Setelah memasukkan email, Anda akan mendapatkan email balasan yang berisi link. Buka inbox Anda, menggunakan link tersebut untuk melengkapi pendaftaran tahap pertama.

2. Setelah menggunakan link yang ada di dalam email, silahkan login ke website dengan password yang ada di dalam email tersebut.

3. Di laman registrasi data, isilah semua kolom dengan benar. Kesalahan pengisian di kolom-kolom ini bisa mengakibatkan kegagalan pembuatan NPWP, Oleh sebab itu, jangan terburu-buru. Kalau sudah, tekan tombol daftar

4. Sistem akan mengirimkan dua buah file yang bisa Anda cetak (Formulir NPWP telah registrasi dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara). Silahkan print kedua dokumen tersebut untuk ditandatangani.

5. Di poin ini, Anda memiliki dua pilihan. Bisa dengan mengirimkan berkas yang telah ditandatangani ke alamat dirjen pajak, atau bisa juga dengan memindai lalu mengunggahnya ke website resmi ditjen pajak. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran file paling besar 2 MB.

6. Tunggu beberapa saat (biasanya sehari sudah ada keterangan), apakah aplikasi Anda diterima atau ditolak. Bila ada penolakan, sistem akan memberitahukan bagian mana yang ditolak. Anda bisa mengulangi entri data HANYA pada bagian yang salah tersebut.

Penutup

Cara membuat NPWP Online sangat mudah. Yang Anda perlukan hanyalah dokumen yang tepat serta koneksi internet yang lancar.

Apalagi dengan panduan di atas, memiliki NPWP semudah membalikkan telapak tangan. Terimakasih sudah membaca sampai akhir dan jangan lupa nikmati juga suguhan artikel pilihan kami lainnya.