Mengenal Lupis BPJS, Aplikasi Web untuk Klaim Alat Kesehatan

Lupis BPJS
Lupis BPJS

Lupis BPJS memudahkan administrator kesehatan di rumah sakit untuk melakukan klaim di luar paket INA-CBG. Dalam hal ini yaitu klaim berbagai alat-alat kesehatan

Dalam rangka mendukung kesuksesan cakupan layanan kesehatan nasional, BPJS mengembangkan berbagai platform sistem informasi kesehatan.

Salah satunya lupis bpjs, yang menjadi aplikasi legalisasi rumah sakit untuk mengajukan klaim alat-alat kesehatan. Lupis sendiri melengkapi aplikasi vclaim yang sudah lebih dulu hadir.

Bagi masyarakat awam, platform Lupis mungkin tidak terlalu dikenal karena pasien tidak bersentuhan langsung. Namun, bagi Anda yang berkutat dengan administrasi rumah sakit, keberlangsungan platform ini begitu penting.

Mari mengenal lebih jauh seputar Lupis, pengoperasiannya, hingga detail alat kesehatan yang dijamin.

Pengertian Lupis BPJS Kesehatan

Lupis sendiri merupakan singkatan dari “Luar Paket INA-CBG”. Lahirnya aplikasi Lupis didasarkan pada kebutuhan rumah sakit untuk menginput dan merekam data tagihan klaim untuk paket-paket yang tidak ditanggung oleh INA-CBG.

Dengan klaim bpjs yang lancar, maka pelayanan juga akan berlangsung dengan optimal.

Bagi Anda yang belum familiar dengan istilah INA-CBG, atau Indonesian Case-Based Groups, ini merupakan pola pembayaran BPJS untuk pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan lanjutan.

Dalam hal ini, fasilitas kesehatan yang dimaksud adalah RS umum dan swasta mulai dari tipe A hingga D, termasuk RS rujukan khusus.

Selama ini, sistem INA-CBG baru mengcover sistem rawat inap dan rawat jalan yang terdiri dari 1.077 kelompok kasus kesehatan.

Sementara itu, ada banyak kondisi kesehatan di luar kelompok kasus tersebut dimana pasien membutuhkan alat-alat kesehatan untuk menunjang kualitas hidupnya. Itulah mengapa Lupis kemudian ada.

Dengan adanya Lupis, petugas rumah sakit semakin dimudahkan dalam melakukan klaim alat-alat kesehatan di luar paket INA-CBG ini kepada BPJS. Selain efisien dari segi legalisasi, Lupis juga mengoptimalkan sistem rekam medis rumah sakit.

BACA : Sangat Efisien! Layanan Pajak Online Oleh DJP Online

Cara Penggunaan Lupis BPJS

Jika Anda adalah petugas administrasi kesehatan di rumah sakit, Anda perlu untuk menguasai pengoperasian Lupis. Tidak hanya Lupis saja, karena masih ada juga aplikasi vclaim bpjs untuk menangani surat eligibilitas peserta dan penagihan klaim.

Untuk Lupis, berikut langkah-langkah dalam pengoperasiannya.

  1. Lakukan Login

Aplikasi lupis bpjs adalah aplikasi berbasis web, sehingga yang pertama Anda lakukan adalah membuka browser pada perangkat digital Anda. Pada address bar, ketikkan lupis.bpjs-kesehatan.go.id lalu tekan enter.

Selanjutnya akan tertampil halaman utama Lupis BPJS versi terbaru yaitu versi 1.4.9.

Ketikkan username dan password Anda, lalu klik Login. Bagi Anda yang baru pertama kali mengakses Lupis, Anda tidak perlu membuat username dan password baru. Anda dapat menggunakan username dan password yang sudah lebih dulu Anda gunakan pada aplikasi Vclaim.

  1. Lakukan Entri Data

Jika Anda berhasil login, maka Anda akan diarahkan pada halaman entri data Lupis. Ada beberapa menu diantaranya Entri Data, Lihat Data, dan juga Tools.

Pada halaman ini Anda bisa memasukkan data satu persatu untuk menunjang keperluan klaim alat kesehatan.

Bagi Anda yang sebelumnya juga sudah familiar dengan entri data pada pcare bpjs, tentu Anda tidak akan mengalami kesulitan. Namun ingat untuk sering-sering melakukan refresh supaya tampilannya update.

  1. Lakukan Klaim

Selanjutnya Anda dapat memproses data tersebut dan menjadikannya dalam satu file sendiri dengan format txt. Untuk bisa lolos di verifikator bpjs checking, Anda perlu juga menyertakan beberapa dokumen penunjang. Di antaranya yaitu protokol terapi dan regimen obat, resep alat kesehatan, dan tanda terima ke pasien.

Jenis Alat Kesehatan yang Dapat Diklaim

Supaya proses klaim ke BPJS berjalan lancar, Anda perlu tahu juga apa saja jenis alat kesehatan yang dapat diklaim. Selain itu, masing-masing alat tersebut juga memiliki plafon harga maksimal serta batasan waktu pengambilan. Detailnya sebagai berikut.

  1. Kacamata

Untuk peserta BPJS kelas 3 plafon harganya maksimal 150 ribu rupiah, kelas 2 sebesar 200 ribu rupiah, dan kelas 1 300 ribu rupiah. Indikasi medis minimal yang wajib menyertai yaitu adanya Sferis 0.5D dan atau silindris 0.25D. Pengguna dapat menerima alat kesehatan ini setiap 2 tahun.

  1.  Alat Bantu Pendengaran

Plafon harga maksimal yaitu 1 juta rupiah. Pemberian alat bantu pendengaran oleh apotek bpjs paling cepat dilakukan sekali dalam 5 tahun.

  1. Protesa Alat Gerak

Dalam hal ini mencakup kaki palsu dan juga tangan palsu. Plafon harga maksimalnya yaitu 2.5 juta rupiah dan diberikan paling cepat sekali dalam 5 tahun.

  1. Protesa Gigi

Plafon harga tertinggi yaitu 1 juta rupiah dan diberikan sekali dalam 2 tahun. Sementara untuk full protesa plafon harga maksimalnya yaitu 500 ribu rupiah untuk masing-masing rahang.

  1. Alat Kesehatan Lainnya

Untuk korset tulang belakang, plafon harga tertinggi 350 ribu rupiah. Sementara untuk collar neck 150 ribu rupiah. Keduanya wajib diberikan paling cepat satu kali dalam 2 tahun. Nah, itu dia informasi ringkas yang perlu Anda ketahui seputar lupis bpjs kesehatan.

Jika Anda adalah administrator kesehatan, semoga artikel ini membawa manfaat praktis bagi Anda. Untuk Anda peserta BPJS, tidak perlu khawatir untuk menggunakan layanan BPJS ketika Anda memerlukan alat kesehatan tertentu.