Mengenal Fungsi dan Manfaat SiRUP LKPP

Apa itu SiRUP LKPP? Bagi Anda yang terlibat tender proyek-proyek bersama pemerintah tentu tidak asing lagi dengan aplikasi ini. Apa dan bagaimana? Cek di sini.
SiRUP LKPP
SiRUP LKPP

SiRUP LKPP atau Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), merupakan aplikasi yang berbasis web sebagai sarana untuk menginformasikan kepada publik tentang Rencana Umum Pengadaan.

Melalui aplikasi ini masyarakat umum bisa mengakses dan menilai secara langsung proses pengadaan barang secara nasional.

Aplikasi SiRUP ini dikelola langsung oleh LKPP yang melakukan pengelolaan secara sentral.

Pengisian SiRUP ini dilakukan secara khusus oleh admin yang sudah ditunjuk dan biasanya melalui seleksi atau sistem lelang yang dilakukan.

Selain perlu memiliki kemampuan komputasi yang baik, admin yang dipilih juga harus memahami kegiatan pengadaan barang dan jasa.

Fungsi SiRUP LKPP

Keberadaan SiRUP memberikan kemudahan bagi Pengguna Anggaran (PA)/ KPA untuk mengumumkan RUPnya yang bisa dipantau secara langsung oleh publik. Aplikasi ini memiliki server yang langsung terpusat ke LKPP.

Informasi pada SiRUP merupakan bentuk transparansi yang penting bagi pihak-pihak terkait seperti kalangan pihak yang mengajukan tender, jasa konstruksi, jasa konsultasi dan sebagainya.

BACA JUGA : Mengenal lebih dekat dengan singkatan LKPP

Melalui data yang ada pada aplikasi ini dapat dilihat bagaimana transparansi dan alokasinya.

Informasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) minimal yang dimasukkan dalam sistem SiRUP sekurang-kurangnya memuat data tentang nama dan alamat dari Pengguna Anggaran, paket pekerjaan yang bakal dilakukan, lokasi pengerjaan proyek, serta perkiraan jumlah biaya yang dibutuhkan.

RUP ini biasanya akan diumumkan setelah alokasi anggaran tersedia dan disetujui DPR.

Apabila RUP sudah diumumkan tetapi terjadi perubahan anggaran maka RUP perlu diperbaiki menyesuaikan dengan anggaran tersebut. Bisa dilakukan perbaikan paket-paket pada penyedia dan kegiatan swakelola.

RUP biasanya diumumkan paling lambat pada bulan Januari setiap tahunnya.

Istilah-Istilah dalam SiRUP LKPP

Dalam pengisian RUP ke dalam SiRUP nantinya Anda akan mengenal beberapa istilah penting yang perlu diketahui, di antaranya adalah:

1. Pemaketan

Pamaketan adalah penetapan atau penyusunan kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak penyedia atau swakelola oleh PA. Pada proses pemaketan ini tidak dibenarkan menentukan syarat dan kriteria prosedur yang diskriminatif.

Tidak boleh memusatkan beberapa jenis kegiatan di beberapa lokasi, atau memecah pengadaan barang/jasa ke dalam beberapa paket untuk tujuan agar tidak dilakukan lelang.

2. Swakelola

Swakelola pada SiRUP merupakan perencanaan barang atau jasa yang pengerjaannya dilakukan sendiri oleh pihak terkait. Sebagai contoh yang termuat dalam RUP di antaranya adalah honor tim, belanja ATK, konsumsi rapat, belanja bahan komputer, biaya perjalanan dinas, sewa hotel, biaya operasional kendaraan dinas, dan sewa listrik.

3. Paket Pengadaan Melalui Penyedia

Paket kegiatan yang memerlukan penyedia pada proses pelaksanaanya maka akan diumumkan di bagian penyedia. Paket tersebut khusus yang nilainya diatas Rp 50 juta untuk konstruksi, barang maupun jasa lainnya. Khusus untuk paket konsultasi yang diumumkan melalui penyedia adalah yang nominalnya di atas Rp10 juta.

Paket pekerjaan sewa hotel yang nominalnya mencapai Rp 50 juta cukup digabungkan dengan swakelola. Sedangkan untuk angka di atas Rp50 juta dikeluarkan dari kolom swakelola dan masuk pada kolom penyedia.

Informasi tentang SiRUP bisa Anda akses secara langsung di https://sirup.lkpp.go.id. Anda bisa melakukan pencarian di kolom yang tersedia untuk pemaketan yang ingin Anda ketahui. Termasuk bagi para admin yang ingin melakukan pengisian. Pihak LKPP sendiri telah merilis bagaimana panduan teknis pengisian SiRUP yang tersedia.

Panduan ini dipublikasikan secara gratis dan bisa dipelajari oleh pihak yang membutuhkan untuk melakukan pengisian.

Bagi masyarakat umum aplikasi ini mungkin tidak begitu penting dan malah tidak dipahami sama sekali. Sistem ini hanya dipahami secara mudah oleh pihak-pihak terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan kerja tertentu.

Aplikasi ini bahkan terkadang hanya dipandang sebagai formalitas sebuah tender semata sebagai bentuk transparansi.

Bagi mereka yang bekerja proyek dan biasa melakukan tender-tender, sudah cukup akrab dengan aplikasi SiRUP ini.

Proses pengajuan sebagai bentuk transparansi yang perlu diketahui oleh publik jika ada pihak-pihak terkait yang membutuhkan informasi tentang rencana tersebut.

Pihak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) secara resmi melalui keputusan Nomor 26 tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan Aplikasi SiRUP. Tata cara ini telah dipublikasikan dan dipelajari penggunaannya oleh pihak-pihak terkait.

Deputi LKPP yang mengurusi SiRUP ini di bawah Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi.

Informasi yang dirilis terkait tata cara penggunaan aplikasi tersebut biasa diakses secara resmi oleh publik dan dapat digunakan oleh pihak-pihak terkait selaku penyedia barang dan jasa.

Melalui website resmi sirup.lkpp.go.id, Anda bisa melihat bagaimana contoh RUP yang dipublikasikan dari seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Informasi ini bisa diakses oleh semua orang untuk membantu transparansi perencanaan yang dilakukan. Ingin melakukan pengisian SiRUP LKPP, silakan lebih dulu melakukan mempelajari panduan aplikasi ini.