Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Akun DJP Online

DJP Online
DJP Online

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Akun DJP Online – Pajak merupakan jenis pungutan wajib yang berasal dari rakyat yang dibayarkan ke negara.

Pajak ini kemudian menjadi salah satu pendapatan negara yang kemudian digunakan untuk membiayai segala keperluan negara demi untuk mensejahterakan rakyat.

Tentu saja, pembangunan negara akan lancar jika pembayaran pajak dilakukan secara teratur dan tidak ada penyalahgunaan pajak untuk kepentingan pribadi.

Pajak bukan hanya dikenakan terhadap perseorang saja melainkan juga terhadap suatu badan. Jika ada yang melanggar pembayaran pajak, menunda, telat membayar atau pun menggelapkan pajak maka akan dikenakan sanksi.

Urusan perpajakan di Indonesia berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Pajak dalam wilayah kerja Kementrian Keuangan Indonesia. Pajak untuk negara ini biasanya dibayarkan setiap tahun dengan tenggat waktu tertentu.

DJP Online

Mengikuti perkembangan zaman serta memanfaatkan teknologi yang ada, pembayaran dan pendaftaran pajak baru kini bisa dilakukan secara online.

Direktorat Jenderal Pajak yang bertugas menangani perpajakan di Indonesia mengeluarkan sebuah aplikasi bernama DJP Online.

Melalui aplikasi ini wajib pajak bisa mendapatkan fasilitas untuk melaporkan SPT pajak atau juga melakukan pembayaran pajak secara online.

Untuk bisa memanfaatkan fasilitas di aplikasi perpajakan ini, wajib pajak harus membuat akun terlebih dahulu. Pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut atau juga melalui laman Direktorat Jenderal Perpajakan.

ID yang digunakan untuk mengakses aplikasi atau laman ini adalah menggunakan nomor wajib pajak serta password. Pastikan untuk tidak sembarangan memberikan password akun tersebut kepada orang lain yang tidak berkepentingan.

Fungsi DJP Online

Fungsi DJP Online
Fungsi DJP Online

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, adanya aplikasi perpajakan online ini mampu mempermudah proses yang berhubungan dengan pajak.

Baik pendaftaran nomor pajak baru, pelaporan pajak dan juga pembayaran pajak. Fungsi dasar dari hadirnya aplikasi ini bagi masyarakat terbagi menjadi dua fungsi.

Fungsi pertama adanya DJP online adalah pembuatan kode billing pembayaran pajak (SSE1, SSE2, SSE3) dengan lebih mudah.

Setelah mendapatkan kode billing ini, wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak melalui aplikasi langsung tanpa harus mendatangi kantor perpajakan terdekat atau rekanan pembayaran pajak lainnya dengan berdesak-desakan.

Fungsi kedua dari aplikasi ini adalah untuk melakukan pelaporan SPT atau Surat Pemberitahuan Pajak. Ada dua macam SPT yang harus dilaporkan oleh wajib pajak, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. Pelaporan ini bisa dilakukan langsung pada situs DJP.

Tapi bisa juga dengan melakukan pengunggahan dengan mengisi format pelaporan SPT terlebih dahulu pada aplikasi e-SPT.

Melalui SPT inilah pajak yang sudah dibayarkan dalam setahun dilaporkan. Pelunasan pembayaran pajak ini tidak mesti yang dilakukan secara pribadi saja melainkan juga pemotongan pajak dari penghasilan yang dilakukan oleh tempat kerja atau perusahaan di mana wajib pajak bekerja.

Selain melaporkan pelunasan pembayaran pajak, yang dilaporkan melalui SPT ini adalah melaporkan berbagai harta benda yang dimiliki selain dari penghasilan tetap yang diperoleh dari penghasilan utama.

Dan terakhir adalah melaporkan bentuk penghasilan lainnya, baik yang termasuk ke dalam objek pajak maupun tidak.

BACA JUGA : Cara Melaporkan SPT Pajak Online, Lengkap dengan Syaratnya

Tahapan Pendaftaran Akun untuk DJP Online

Tahapan Pendaftaran Akun untuk DJP Online
Tahapan Pendaftaran Akun untuk DJP Online

Untuk bisa mendapatkan akun pada DJP online sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu.

Tanpa tahapan yang benar maka wajib pajak tidak akan bisa membuat akun di situs perpajakan ini. Pertama-tama ketika akan membuat akun, wajib pajak harus memiliki kode e-FIN.

Ini adalah nomor identifikasi yang membedakan antara satu wajib pajak dengan wajib pajak lainnya.

Pengajuan dan aktivasi e-FIN dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak atau KPP. Pengajuan bisa dilakukan di KPP terdekat dengan membawa dokumen yang diperlukan yaitu fotokopi KTP dan NPWP.

Lakukan pengisian formulir pengajuan e-FIN dan serahkan ke loket untuk melakukan aktivasi. Pemberitahuan aktivasi kode e-FIN akan dikirimkan melalui surel.

Pengajuan untuk pendaftaran e-FIN untuk perseorangan atau pribadi bisa dilakukan secara kolektif dengan tetap mengisi formulir pengajuan per seorangan.

Setelah memiliki e-FIN, hal lain yang diperlukan untuk pembuatan akun DJP adalah nomor NPWP serta email yang aktif. Ketika semuanya sudah siap, buka situs DJP Online di bagian registrasi.

Masukkan nomor NPWP serta e-FIN yang sudah dimiliki di kolom registrasi. Lakukan verifikasi dengan memasukkan kode tertentu yang muncul di layar. NPWP yang didaftarkan harus ditulis tanpa menggunakan titik (.) atau strip (-).

Jika registrasi dan verifikasi telah berhasil maka nama dari wajib pajak yang didaftarkan akan muncul. Setelah itu baru masukan alamat email serta nomor ponsel yang aktif.

Jangan lupa untuk membuat password yang dibutuhkan untuk akses ke laman DJP. Setelah semua langkah ini selesai, akan ada email untuk aktivasi yang harus diklik.

Setelah muncul kata-kata “aktivasi akun berhasil” maka akun tersebut sudah bisa digunakan untuk mengakses segala fasilitas.

Memiliki akun di DJP online bisa memudahkan Anda, selaku wajib pajak, dalam memenuhi kewajiban sebagai warga megara yang baik. Hadirnya aplikasi ini juga bisa mempercepat proses pelaporan pajak. Warga hanya perlu memanfaatkannya dengan lebih baik supaya hasil dan manfaat yang diperoleh maksimal.