Mengenal Data yang Wajib Tersimpan dalam Dapodikdasmen

Mengenal Data yang Wajib Tersimpan dalam Dapodikdasmen
Mengenal Data yang Wajib Tersimpan dalam Dapodikdasmen

Mengenal Data yang Wajib Tersimpan dalam Dapodikdasmen – Data Pokok Pendidikan atau Dapodik merupakan data yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Data tersebut memuat data satuan pendidikan lengkap dengan data peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Dapodik dikembangkan secara online sehingga data yang ditampilkan bersifat real time.

Dapodik merupakan data utama yang digunakan Kemendikbud sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pendidikan Indonesia agar semakin dekat dengan tujuan pendidikan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Selanjutnya, tentu tujuan pendidikan Indonesia tidak akan berhenti dan akan terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Karena itulah, data pokok pendidikan juga terus dikembangkan.

Untuk itu juga, data pokok pendidikan ini akan selalu berubah. Perubahan data pokok ini terjadi setidaknya satu kali selama enam bulan. Dalam setiap pembaruan, akan terlihat perubahannya di masing-masing data.

Bisa berupa perubahan jumlah pendidik, pertambahan atau pengurangan jumlah peserta didik, hingga kondisi lembaga pendidikan.

Pada tahun 2015 hingga 2016, Dapodik masih dikenal dalam dua jenis. Pertama yaitu Daposikdas yang berarti Data Pokok Pendidikan Dasar dan Dapodikmen yang berarti Data Pokok Pendidikan Menengah.

Kemudian kedua istilah itu sekarang digabung menjadi Daposdikdasmen yang merupakan singkatan dari Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam penggunaannya, juga diciptakan aplikasi untuk memudahkan dalam proses pemasukan data hingga proses verifikasi dan validasi. Inilah data yang tercatat dalam Dapodik.

Peserta Didik

Peserta Didik
Peserta Didik

Peserta didik merupakan bagian penting dari sebuah lembaga pendidikan. Karena berdirinya lembaga pendidikan adalah cara untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar.

Sebelum Dapodik Dasar dan Menengah dikenal, data tentang peserta didik hanya dicatat secara manual dan tersimpan di arsip lembaga.

Namun adanya Dapodik ini membuat pencatatan peserta didik menjadi lebih tertata dan sistematis. Tidak hanya tentang jumlahnya, pencatatan peserta didik juga mencakup identitas dirinya.

Dalam Dapodikdasmen, peserta didik dicatat berdasarkan nomor induk kependudukannya. Karena itulah, kartu keluarga atau KK menjadi syarat wajib ketika akan mendaftar di sebuah sekolah.

Selanjutnya, tahun lulus peserta didik juga akan didata. Jika ada peserta didik yang tidak lulus, maka akan dilakukan pembatalan status kelulusan.

Data peserta didik dari jalur mutasi juga perlu dicatat dan dimasukkan ke dalam data. Hal tersebut dilakukan untuk memeratakan peserta didik dalam rombongan belajar.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pada menu yang lain juga terdapat tempat untuk memasukkan data dari para pendidik atau guru juga tenaga kependidikan lain yang bertugas di lembaga tersebut.

Sama seperti data peserta diri, data guru dan tenaga kependidikan juga diperoleh dari dokumen kependudukannya, meliputi kartu identitas pribadi dan kartu keluarga.

Data pribadi guru dan tenaga pendidikan ini menjadi data utama dalam pengisian aplikasi Dapodik Dasar Menengah.

Selain data pribadi, data lain dari guru dan tenaga kependidikan perlu juga untuk dimasukkan. Data lain tersebut meliputi data pendidikan, jenis tugasnya di lembaga tersebut dan statusnya.

Setiap terjadi perubahan, perlu dilakukan penyesuaian data-data tersebut karena itu menyangkut tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

Nantinya data ini juga berguna untuk menentukan tunjangan dan bentuk insentif lainnya bagi guru dan tenaga kependidikan. Maka dari itu, data ini di aplikasi Dapodikdasmen harus tepat dan benar.

BACA JUGA : Mengenal Dapodik 2020 dan Perannya dalam Pendidikan

Kondisi Bangunan Lembaga

Kondisi Bangunan Lembaga
Kondisi Bangunan Lembaga

Data lembaga menjadi data selanjutnya yang wajib tercatat dalam sistem Dapodik. Data lembaga ini akan memperlihatkan kondisi lembaga tersebut secara fisik dan kelayakannya.

Dimulai dari ketersediaan ruang dan jumlahnya serta kondisinya. Semua informasi mengenai hal tersebut harus sangat rinci dan detail.

Komponen bangunan lembaga yang lain juga perlu dimasukkan seperti keberadaan kamar mandi atau toilet karena dihubungkan dengan upaya menjaga kesehatan dan kebersihan seluruh penghuni sekolah.

Dalam data lembaga, juga akan terlihat ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Data tentang lembaga dan sarananya juga akan berguna dalam menentukan kuota alokasi sarana yang akan diberikan di setiap sekolah.

Data tentang lembaga ini di aplikasi Dapodikdasmen tidak boleh direkayasa dengan alasan apapun. Semua yang tampak harus diinformasikan dengan jelas.

Informasi tentang Tanah

Informasi tentang Tanah
Informasi tentang Tanah

Tidak hanya bangunan yang berdiri saja, tanah sebagai tempat sekolah dibangun juga perlu didata. Data yang dimasukkan dimulai dari luas tanah yang akan lebih diperjelas dengan ukuran panjang dan lebarnya.

Kemudian status tanah juga harus diinformasikan yang akan dibuktikan dengan dokumen kepemilikan. Informasi tentang tanah seharusnya juga dijelaskan secara jujur tanpa ada yang dirahasiakan.

Semua data yang perlu dimasukkan ke dalam aplikasi Dapodikdasmen haruslah sesuai kenyataan, tidak boleh ada kebohongan dan tidak ada yang dikurangi maupun dilebihkan.

Data yang akurat akan digunakan pemerintah dalam merancang kebijakan yang nantinya bisa berdampak pada lembaga pendidikan secara langsung.

Baik peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan lainnya tentu ingin merasakan perubahan yang baik dari sistem pendidikan di Indonesia.