Mengenal BPJSTK, Program Pemerintah yang Banyak Manfaatnya

Ternyata masih banyak pemilik BPJSTK yang belum mengerti penuh manfaat dan prosedurnya, berikut beberapa penjelasan terkait yang tersaji untuk Anda!
BPJSTK
BPJSTK

Anda sebagai pekerja di Indonesia tentu sudah sering mendengar istilah BPJSTK atau BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dikarenakan mayoritas pekerja yang aktif memiliki asuransi jenis ini.

Walaupun kenyataannya demikian, ternyata masih banyak pemilik BPJS Ketenagakerjaan yang belum mengerti penuh manfaat dan prosedurnya.

Berikut beberapa penjelasan terkait BPJS Ketenagakerjaan yang terangkum khusus untuk Anda.

Mengenal BPJS Ketenagakerjaan

BPJSTK adalah salah satu program wajib pemerintah yang bergerak di sektor layanan jaminan sosial serta perlindungan yang dikhususkan bagi seluruh tenaga kerja hingga pensiun di wilayah Indonesia.

Karena merupakan program wajib, maka setiap perusahaan yang berada di wilayah Indonesia diwajibkan untuk mendata para karyawan untuk diikutkan dalam BPJS Ketenagakerjaan ini.

Keanggotaan dari BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menaungi banyak program yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerja di Indonesia. Berikut ini merupakan jenis keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan yang didasarkan atas jenis pekerjaan:

  • Penerima Upah, yaitu diperuntukan bagi Anda yang bekerja di perusahaan dengan memperoleh gaji, upah, atau imbalan lain secara rutin setiap bulan.
  • Bukan Penerima Upah, yaitu diperuntukan bagi Anda yang mendapatkan penghasilan dari usaha mandiri.
  • Jasa Konstruksi, yaitu diperuntukan bagi Anda yang bekerja di sektor konsultasi perencanaan konstruksi, pelaksanaan konstruksi, dan juga pengawasan konstruksi.
  • Pekerja Migran Indonesia, yaitu diperuntukan bagi Anda yang mendapatkan penghasilan dari hasil kerja di luar negeri.

BACA JUGA : Cek Tagihan BPJS Kesehatan Anda dengan 5 Cara Berikut

Program dari BPJS Ketenagakerjaan

Seperti yang telah dibahas di atas, BPJS Ketenagakerjaan memiliki banyak program yang bertujuan untuk jaminan sosial dan proteksi pekerja.

Berikut daftar program dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut, yaitu:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja

Program ini memberikan manfaat berupa pelayanan kesehatan, santunan berbentuk uang, program kembali bekerja, kegiatan promotif dan preventif, rehabilitasi berbentuk alat bantu, beasiswa pendidikan anak.

Pelaporan untuk klaim maksimal dilakukan sebelum 2 x 24 jam setelah terjadi kecelakaan kerja.

  • Jaminan Hari Tua

Program ini memberikan manfaat berupa uang tunai dengan nominal yang berupa akumulasi iuran dan ditambah dengan hasil dari pengembangannya.

Program ini akan dibayarkan sekaligus ketika usia anggota telah melampaui 56 tahun, telah meninggal dunia, mengalami cacat total secara permanen, pindah ke luar negeri, atau terkena PHK.

  • Jaminan Pensiun

Program ini memberikan manfaat berupa pensiun hari tua, pensiun duda/janda, pensiun cacat, pensiun anak, dan pensiun orang tua. Manfaat ini bisa dinikmati oleh anggota BPJS Ketenagakerjaan atau ahli waris bersangkutan yang berhak secara legal.

  • Jaminan Kematian

Program ini memberikan manfaat berupa uang tunai yang diperuntukan bagi ahli waris dari anggota BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia.

Manfaat tersebut terbagi atas santunan sekaligus, santunan berkala, biaya pemakaman, dan bantuan beasiswa dengan total nominal mencapai Rp36.000.000,00.

Cara Daftar sebagai Anggota BPJS Ketenagakerjaan

Umumnya pekerja akan mendapatkan keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan secara otomatis ketika bekerja di suatu perusahaan di Indonesia. Namun, jika Anda adalah seorang pemilik perusahaan, Anda harus mengetahui hal ini untuk mendaftarkan karyawan Anda.

Syarat yang harus Anda penuhi untuk mendaftarkan karyawan adalah dokumen SIUP, NPWP Perusahaan, KTP, KK, dan pas foto formal milik karyawan berukuran 2×3 sebanyak 1 lembar. Kemudian Anda bisa membawa data tersebut ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Jika Anda seorang pekerja mandiri dan ingin memiliki BPJS Ketenagakerjaan, Anda bisa bergabung dalam organisasi dengan anggota minimal 10 orang. Setelah ini terpenuhi Anda bisa mendaftar dengan membawa dokumen surat izin usaha dari kelurahan setempat, KTP, KK, dan pas foto formal berukuran 2×3 sebanyak 1 lembar.

Selain menggunakan cara offline dengan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas pendaftaran online. Anda bisa mengunjungi situs resmi BPJSTK online di https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ dan mengikuti prosedur yang ada di dalamnya.

Cara Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Rutin

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya yaitu:

  • Melakukan pembayaran via Electronic Payment System (EPS)

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan diri di situs https://eps.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs dan mengikuti prosedur di dalamnya.

Di situs ini Anda akan mendapatkan panduan secara rinci cara membayar iuran bia EPS.

  • Melakukan pembayaran via ATM

Anda bisa menggunakan ATM yang telah menjadi mitra BPJS, yaitu BRI, BNI, dan juga Bank Mandiri. Masukan kartu ATM dan pilih Bayar/Beli dan teruskan dengan pilih BPJS. Selanjutnya Anda akan mendapat panduan dengan mengisi data yang sesuai.

Cara Cek Saldo dari BPJS Ketenagakerjaan

Setelah Anda resmi menjadi anggota dan membayar iuran secara rutin, Anda akan dipastikan memiliki BPJSTK saldo.

Berikut cara yang bisa ditempuh untuk melakukan cek saldo BPJSTK, yaitu:

  • Mendatangi langsung Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di area domisili Anda
  • Mengakses website resmi dari BPJS Ketenagakerjaan
  • Mengunduh dan mengoperasikan Aplikasi BPJSTKU
  • Melakukan cek saldo via SMS

Setelah membaca rangkuman informasi di atas, tentunya Anda sudah bisa mengenal lebih jauh terkait BPJSTK, bukan?
Jadi jangan ragu untuk mendaftarkan diri karena manfaat yang diperoleh sangatlah besar di kemudian hari.