Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai NPWP Online

NPWP Online
NPWP Online

NPWP Online memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk mendapatkan NPWP dengan mudah, apabila penghasilan pertahun di atas PTKP maka Anda wajib membayar pajak.

NPWP wajib dimiliki oleh semua warga negara Indonesia yang memenuhi kriteria. Nomor Pokok Wajib Pajak berfungsi sebagai identitas guna menyelesaikan administrasi perpajakan secara resmi.

Saat ini untuk mengurus segala kepentingan seputar pajak sangat mudah karena ada NPWP Online.

Mengenal NPWP Online

NPWP secara online merupakan cara terbaru para wajib pajak untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan NPWP. Dengan adanya cara online, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pajak terdekat untuk mendaftar.

Fitur ini ini juga bermanfaat bagi mereka yang bekerja di luar kota atau tempat tinggal tidak sesuai domisili. Para perantau bisa memanfaatkan fitur NPWP terbaru untuk mendaftar di KPP tempat asal.

Untuk melakukan pendaftaran secara online, cukup buka www. Ereg.pajak.go.id. Situs ini merupakan, website resmi milik Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia.

Siapa yang Harus Memiliki NPWP?

Siapa yang Harus Memiliki NPWP?

Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak dengan Nomor Per-20/PJ/2013, yang wajib memiliki NPWP adalah :

  1. Orang Pribadi

Wanita yang berstatus menikah akan tetap berstatus sebagai wajib pajak apabila memiliki penghasilan sendiri. Penghasilan ini merupakan penghasilan terpisah dari suami, yang sebelum menikah sudah dilakukan perjanjian.

Wanita yang sudah menikah dan tanpa melakukan perjanjian pemisahan harta juga dapat memilih untuk membayar pajak.

  1. Wajib Pajak Badan, mempunyai kewajiban dalam perpajakan untuk membayarkan pajak, memotong, dan memungut pajak sesuai perundang-undangan.
  2. Wajib Pajak Badan, yang hanya mempunyai kewajiban perpajakan sebagai yang memotong dan memungut pajak sesuai perundang-undangan.
  3. Bendahara yang memiliki tugas memotong atau memungut pajak sesuai perundangan-undangan.
  4. Wajib Pajak Pribadi, selain yang termasuk di atas, dan orang yang memilih untuk mendaftarkan dirinya.

Syarat Memiliki NPWP

Syarat Memiliki NPWP

Syarat membuat NPWP Karyawan atau secara pribadi, ada lima hal yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Scan e-KTP atau Paspor
  2. Surat Keterangan Bekerja dari Kantor (Apabila Anda merupakan seorang karyawan)
  3. Scan SK ( Bagi ASN/ non ASN yang diangkat pemerintah)
  4. SIUP atau Surat Keterangan Usaha ( Khusus Wirausaha atau Wiraswasta)
  5. Email aktif

Besaran Pajak Sesuai Undang-undang

Besaran pajak yang harus dibayarkan telah diatur dalam Undang-undang No 36 tahun 2008. Dalam Undang-undang ini juga diatur berapa penghasilan yang kena pajak dan berapa yang tidak.

  1. Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak

Penghasilan tidak kena pajak adalah jumlah penghasilan yang tidak dikenai pajak, dan digunakan untuk mendapatkan penghasilan kena pajak.

Itu artinya jika jumlah penghasilan lebih kecil dari jumlah penghasilan tidak kena pajak, maka tidak diwajibkan membayar pajak. Berikut tabel penghasilan tidak kena pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 101/PMK.010/2016 :

StatusPenghasilan Tidak Kena Pajak
Belum Menikah
Wajib PajakRp. 54.000.000 /tahun
Memiliki 1 TanggunganRp. 58.000.000 /tahun
Memiliki 2 TanggunganRp. 63.000.000 /tahun
Memiliki 3 TanggunganRp 67.500.000 /tahun
Menikah
Wajib Pajak MenikahRp. 58.000.000 /tahun
Memiliki 1 TanggunganRp. 63.000.000 /tahun
Memiliki 2 TanggunganRp. 67.000.000 /tahun
Memiliki 3 TanggunganRp. 72.000.000 /tahun
Menikah ditambah penghasilan Istri
Wajib Pajak MenikahRp. 112.000.000 /tahun
Memiliki 1 TanggunganRp. 117.000.000 /tahun
Memiliki 2 TanggunganRp. 121.000.000 /tahun
Memiliki 3 TanggunganRp. 126.000.000 /tahun
  1. Penghasilan Kena Pajak

Penghasilan kena pajak adalah jumlah penghasilan yang dikenai pajak, dan semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pajak. Untuk penghitungan penghasilan kena pajak berlaku aturan pajak progresif.

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
Sama dengan Rp 50.000.000 /tahun5%
Lebih dari Rp 50.000.000 hingga Rp 250.000.000 /tahun15%
Lebih dari Rp 250.000.000 hingga Rp 500.000.000 /tahun25%
Di atas Rp 500.000.000 /tahun30%

Cara Penghitungan Pajak

Cara Penghitungan Pajak

Untuk menghitung pajak yang harus dibayarkan caranya cukup mudah. Anda tinggal mengurangi jumlah penghasilan dengan penghasilan tidak kena pajak. Selanjutnya dikalikan hasilnya dengan prosentase sesuai pada tabel penghasilan kena pajak.

  • Misalnya : Seorang karyawan yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan memiliki penghasilan Rp 70.000.000 /tahun.
  • Maka jumlah penghasilan kena pajak yang ia miliki adalah Rp 70.000.000 – Rp 54.000.000 = Rp 24.000.000.
  • Sehingga jumlah pajak yang harus ia bayarkan adalah Rp 24.000.000 x 5% = Rp 1.200.000.

Alur Pendaftaran NPWP Secara Online

Apabila penghasilan yang terima setelah dihitung termasuk yang wajib membayar pajak, maka bisa perlu mendapatkan NPWP. Untuk mendapatkan NPWP kategori wajib pajak orang pribadi bisa melalui www.ereg.pajak.go.id, seperti berikut ini :

  1. Membuka website www.ereg.pajak.go.id/login
  2. Memasukan email, dan kode captcha
  3. Buka email untuk melihat verifikasi dan password
  4. Login kembali ke www.ereg.pajak.go.id
  5. Isi formulir pada halaman Registrasi Data Wajib Pajak
  6. Pilih tombol daftar
  7. Cetak untuk mencetak formulir dan surat keterangan sementara
  8. Unggah hasil scan formulir dan surat keterangan yang telah ditandatangani
  9. Cek status paling tidak setelah 7 hari kerja

Setelah daftar NPWP online, cek apakah status diterima atau ditolak. Apabila diterima maka kartu NPWP akan dikirimkan ke alamat domisili. Sementara jika ditolak, Anda perlu memperbaikinya.

Itu dia berbagai hal seputar NPWP dan bagaimana cara mendaftarnya  secara online. Untuk saat ini, pendaftaran online hanya berlaku untuk pribadi atau perorangan saja. Jadi, apabila melakukan pendaftaran badan atau perusahaan, walaupun mengisi formulir NPWP dengan benar tidak akan berhasil.

Semoga informasi NPWP online di atas bisa membantu Anda untuk menentukan apakah termasuk wajib pajak atau tidak. Apabila termasuk wajib pajak, segeralah mendaftar guna mendapatkan NPWP.